Senin, 14 Maret 2016

firstimg

Guru Honorer, Tidak Jadi PNS Asalkan Digaji Setara




Jakarta – Keberpihakan pemerintah tampaknya belum bisa dirasakan para guru honorer. Aksi yang mereka gelar beberapa waktu lalu di depan Istana Merdeka, Jakarta, hingga saat ini belum menemui titik terang. Retno Listyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) turut menyayangkan keadaan tersebut. Menurutnya, guru honorer juga berhak mendapatkan kesejahteraan. Jika tidak diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS), mereka tetap berhak dibayar setara dengan gaji dan tunjangan PNS.


“Sebaiknya semua pihak menurunkan egonya agar ada titik temu. Saat ini tuntutannya harus jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), harga mati. Sementara, pemerintah selalu berlindung di balik regulasi. Honorer juga berhak sejahtera” ungkapnya kepada Edupost.ID.

Retno mengatakan bahwa benang merah dari tuntutan para guru honorer terletak di kesejahteraannya. Kesejahteraan sendiri tidak perlu didapat ketika menjadi PNS. Seharusnya pemerintah memberikan nominal gaji dan tunjangan lainnya setara dengan guru PNS.

“Bedanya pemerintah tidak bayar uang pensiun. Karena tunjangan hari tua inilah yang akan membebani APBN kedepannya. Negara-negara Eropa saat ini juga terbebani dengan pensiun sehingga usia pensiun di Eropa diperpanjang dari 60 tahun menjadi 65 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Retno menyadari jika pemerintah terhalang regulasi, maka hal tersebut tersebut dapat diubah. “Kalo halangannya regulasi maka regulasinya direvisi. Regulasi kan dibuat manusia, jadi bisa diubah tergantung political will dan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Menurutnnya, regulasi guru honorer khususnya di sekolah negeri tidak harus disertifikasi. Namun, harus direvisi lebih lanjut. Hal tersebut agar ada peningkatan kesejahteraan bagi mereka.

Dikutip dari :http://edupost.id/berita-pendidikan/read/guru-honorer-tidak-jadi-pns-asalkan-digaji-setara/
firstimg

Mahasiswa Merasa Pemerintah Tidak Peduli dengan Guru Honorer



Bogor - Jasa dan pengabdian guru honorer dalam mendidik selama ini tidak ditanggapi dengan serius oleh pemerintah. Mahasiswa menganggap bahwa pemerintah bersikap tak acuh. Mereka menilai, seharusnya guru honorer berhak mendapatkan penghargaan atas semua pengorbanannya.


"Seharusnya pemerintah bersikap bijaksana, mempunyai solusi yang ada terhadap guru honorer jangan hanya bersikap diam terlebih pada saat aksi memakan korban meninggal. Hal ini merupakan bentuk keseriusan guru honorer untuk mendapatkan penghargaan yang layak," ujar Ketua BEM Universitas Lampung (Unila), Bambang kepada Edupost.ID.

Pendapat serupa juga diberikan Ketua BEM SI, Bagus. Ia menuturkan, saat aksi yang digelar guru honorer beberapa waktu lalu, sudah ada yang meninggal. Mereka menuntut agar gajinya bisa mencapai upah minimum regional (UMR). Sementara, pemerintah sendiri sepertinya belum menunjukkan tindak lanjut dari tuntutan para guru honorer.

Namun, Anggota BEM UI, Muhammad El Luthfie Arief menyadari bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PNS memang selalu jadi permasalahan. Jika diliat dari sudut pandang pemilik kebijakan, memang sulit dan dapat dikatakan tidak mungkin semua guru honorer diangkat menjadi guru tetap.

"Karena kalau prosesnya 'semudah' itu, maka tidak akan ada juga kompetisi untuk menjadi tenaga pengajar yang baik. Tapi, pendidikan kan tidak seliberal itu, tidak sekorporat itu," tegasnya.

Dikutip dari : http://edupost.id/berita-pendidikan/read/guru-honorer-mahasiswa-sebut-pemerintah-bersikap-tak-acuh/
firstimg

DOKUMENTASI STUDY TOUR TP. 2014 - 2015

Hai sobat blog SMP Beringin Ratu, Ini ada kumpulan foto dokumentasi Study tour TP. 2014 - 2015 yang dilaksanakan di Jogjakarta. Disana kita mengunjungi 4 Tempat Wisata yaitu Taman Pintar, Dirgantara, Borobudur, Kraton Jogjakarta. Untuk Para Alumni yang kangen sama suasana study tour saat itu, silahkan lihat dan kalau mau menyimpannya monggo di simpan Gratiss....!!!